Sertifikasi ISO 27001
RMI Certification
ISO 27001 RMI Certification menyediakan informasi mengenai layanan dan proses sertifikasi ISO/IEC 27001 bagi organisasi yang ingin menerapkan dan mengembangkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS).
ISO/IEC 27001 • Sistem Manajemen Keamanan Informasi • Audit Sertifikasi • Panduan Sertifikasi
Tentang ISO 27001
ISO/IEC 27001 merupakan standar internasional yang digunakan sebagai kerangka kerja untuk membangun, menerapkan, memelihara, dan meningkatkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS) secara berkelanjutan.
Apa Itu ISO 27001
ISO/IEC 27001 merupakan standar internasional yang digunakan sebagai kerangka kerja untuk membangun, menerapkan, memelihara, dan meningkatkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS) secara berkelanjutan.
Tujuan Penerapan ISO 27001
Penerapan ISO 27001 bertujuan membantu organisasi melindungi informasi penting, mengelola risiko keamanan secara sistematis, serta meningkatkan kepercayaan pelanggan, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan.
Prinsip Keamanan Informasi
ISO 27001 berfokus pada perlindungan informasi melalui penerapan prinsip-prinsip keamanan yang memastikan data tetap aman, akurat, dan tersedia sesuai kebutuhan operasional organisasi.
Ruang Lingkup Penerapan
Ruang lingkup ISO 27001 mencakup proses, aset informasi, teknologi, sumber daya manusia, serta aktivitas organisasi yang berhubungan dengan pengelolaan dan perlindungan informasi.
Organisasi atau Perusahaan yang Membutuhkan ISO 27001
ISO 27001 dapat diterapkan oleh berbagai jenis organisasi yang mengelola informasi penting dan ingin meningkatkan keamanan data, kepatuhan, serta kepercayaan pelanggan melalui sistem yang terstruktur.
Keamanan informasi telah menjadi bagian penting dalam keberlangsungan bisnis modern. ISO/IEC 27001 membantu organisasi membangun sistem yang terukur untuk melindungi informasi, mengendalikan risiko, memenuhi kebutuhan kepatuhan, serta memperkuat kepercayaan pelanggan melalui penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi yang efektif.
Perlindungan Aset Informasi
ISO 27001 membantu organisasi menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi melalui pengelolaan keamanan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Pengelolaan Risiko Keamanan
Penerapan ISO 27001 memungkinkan organisasi mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan risiko keamanan informasi secara lebih efektif sesuai kebutuhan bisnis
Kepatuhan Regulasi
ISO 27001 mendukung organisasi dalam memenuhi persyaratan hukum, regulasi, dan kewajiban kontraktual yang berkaitan dengan perlindungan informasi.
Kepercayaan Pelanggan
Sertifikasi ISO 27001 menunjukkan komitmen organisasi dalam menjaga keamanan informasi sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis.
Ketahanan Operasional
Dengan pengelolaan keamanan informasi yang baik, organisasi dapat mengurangi dampak gangguan, menjaga kelangsungan operasional, dan meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai ancaman.
Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS)
Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS) membantu organisasi membangun kerangka kerja yang terukur untuk mengelola risiko, melindungi aset informasi, serta meningkatkan efektivitas pengendalian keamanan sesuai persyaratan ISO/IEC 27001.
Pengertian ISMS
ISMS (Information Security Management System) adalah kerangka kerja yang membantu organisasi mengelola dan melindungi informasi melalui kebijakan, proses, dan pengendalian yang terstruktur.
Komponen Utama ISMS
ISMS terdiri dari berbagai elemen yang saling mendukung, termasuk kebijakan, pengelolaan risiko, pengendalian keamanan, sumber daya, serta proses evaluasi dan perbaikan.
Kebijakan Keamanan Informasi
Kebijakan keamanan informasi menjadi pedoman utama dalam mengarahkan penerapan, pengelolaan, dan pengawasan keamanan informasi di seluruh organisasi.
Sasaran Keamanan Informasi
Sasaran keamanan informasi ditetapkan untuk memastikan perlindungan aset informasi berjalan sesuai kebutuhan bisnis, tingkat risiko, dan tujuan organisasi.
Peningkatan Berkelanjutan
ISMS dirancang untuk terus dievaluasi dan ditingkatkan agar tetap efektif dalam menghadapi perubahan risiko, teknologi, dan kebutuhan organisasi.
Persyaratan ISO 27001
Persyaratan ISO/IEC 27001 memberikan kerangka kerja yang membantu organisasi membangun, menerapkan, memelihara, dan meningkatkan Sistem Manajemen Keamanan Informasi secara efektif sesuai dengan kebutuhan dan tujuan bisnis.
Konteks Organisasi
Organisasi perlu memahami faktor internal dan eksternal yang dapat memengaruhi keamanan informasi, termasuk kebutuhan pihak berkepentingan dan ruang lingkup penerapan sistem.
Kepemimpinan dan Komitmen
Dukungan dan keterlibatan manajemen menjadi faktor penting dalam memastikan penerapan keamanan informasi berjalan selaras dengan arah dan tujuan organisasi.
Perencanaan Sistem
Perencanaan yang baik membantu organisasi mengidentifikasi risiko, menetapkan sasaran, dan menentukan langkah yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diharapkan.
Dukungan dan Sumber Daya
Penerapan sistem yang efektif memerlukan sumber daya, kompetensi, kesadaran, komunikasi, serta informasi terdokumentasi yang memadai.
Operasional
Organisasi perlu menjalankan proses yang telah direncanakan untuk mengelola risiko dan menerapkan pengendalian keamanan informasi secara konsisten.
Evaluasi Kinerja
Pemantauan, pengukuran, audit, dan tinjauan berkala dilakukan untuk menilai efektivitas Sistem Manajemen Keamanan Informasi yang diterapkan.
Perbaikan Berkelanjutan
Organisasi perlu terus meningkatkan kinerja sistem melalui tindakan korektif dan penyempurnaan yang mendukung efektivitas keamanan informasi dalam jangka panjang.
Manajemen Risiko Keamanan Informasi
Manajemen risiko keamanan informasi membantu organisasi mengenali, menilai, dan mengendalikan risiko yang dapat memengaruhi kerahasiaan, integritas, serta ketersediaan informasi penting dalam kegiatan operasional.
Identifikasi Risiko
Identifikasi risiko dilakukan untuk mengenali potensi ancaman, kerentanan, dan kondisi yang dapat berdampak terhadap keamanan informasi organisasi.
Analisis Risiko
Analisis risiko membantu organisasi memahami kemungkinan terjadinya suatu risiko serta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap aset informasi.
Evaluasi Risiko
Evaluasi risiko dilakukan untuk menentukan tingkat prioritas risiko sehingga organisasi dapat menetapkan tindakan yang sesuai berdasarkan tingkat pengaruhnya.
Perlakuan Risiko
Perlakuan risiko mencakup pemilihan dan penerapan langkah pengendalian yang bertujuan mengurangi, menghindari, mengalihkan, atau menerima risiko tertentu.
Pemantauan Risiko
Pemantauan risiko dilakukan secara berkala untuk memastikan pengendalian yang diterapkan tetap efektif dan relevan terhadap perubahan kondisi organisasi.
Pengelolaan Aset Informasi
Pengelolaan aset informasi membantu organisasi memahami, mengendalikan, dan melindungi informasi yang bernilai bagi operasional bisnis. Melalui pengelolaan yang terstruktur, organisasi dapat memastikan aset informasi digunakan, dipelihara, dan dilindungi sesuai kebutuhan keamanan yang berlaku.
Inventarisasi Aset
Inventarisasi aset dilakukan untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan aset informasi yang dimiliki organisasi sebagai dasar dalam pengelolaan dan perlindungan informasi.
Klasifikasi Informasi
Klasifikasi informasi membantu organisasi menentukan tingkat perlindungan yang sesuai berdasarkan nilai, sensitivitas, dan dampak yang dapat ditimbulkan apabila informasi mengalami gangguan keamanan.
Kepemilikan Aset
Penetapan kepemilikan aset bertujuan memastikan adanya tanggung jawab yang jelas dalam pengelolaan, penggunaan, dan perlindungan aset informasi di lingkungan organisasi.
Penggunaan Aset
Penggunaan aset informasi perlu diatur agar informasi dan sumber daya organisasi dimanfaatkan secara tepat, aman, dan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
Penghapusan Aset
Penghapusan aset dilakukan melalui proses yang terkontrol untuk mengurangi risiko kebocoran informasi serta memastikan data yang tidak lagi diperlukan dikelola dengan aman.
Pengendalian Akses
Pengendalian akses membantu organisasi memastikan bahwa informasi dan sistem hanya dapat diakses oleh pihak yang memiliki wewenang sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Penerapan kontrol akses yang tepat mendukung perlindungan informasi dari penggunaan yang tidak sah.
Manajemen Hak Akses
Manajemen hak akses dilakukan untuk mengatur pemberian, perubahan, dan pencabutan hak pengguna sehingga akses terhadap informasi tetap sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
Autentikasi Pengguna
Autentikasi pengguna bertujuan memverifikasi identitas seseorang sebelum diberikan akses ke sistem, aplikasi, atau informasi yang dilindungi.
Kontrol Akses Berbasis Peran
Kontrol akses berbasis peran membantu organisasi memberikan hak akses berdasarkan fungsi dan tanggung jawab pengguna dalam lingkungan kerja.
Pengelolaan Akun
Pengelolaan akun mencakup proses pembuatan, pemeliharaan, perubahan, dan penghapusan akun pengguna untuk mendukung keamanan serta pengendalian akses yang efektif.
Tinjauan Hak Akses
Tinjauan hak akses dilakukan secara berkala untuk memastikan setiap pengguna hanya memiliki akses yang sesuai dengan kebutuhan dan kewenangannya saat ini.
Manajemen Insiden Keamanan Informasi
Manajemen insiden keamanan informasi membantu organisasi mengidentifikasi, menangani, dan memulihkan dampak insiden secara terstruktur guna menjaga keamanan informasi serta mendukung keberlangsungan operasional.
Pelaporan Insiden
Pelaporan insiden memungkinkan organisasi mendokumentasikan dan menyampaikan kejadian yang berpotensi memengaruhi keamanan informasi secara tepat waktu.
Penanganan Insiden
Penanganan insiden dilakukan untuk mengendalikan dampak, mengurangi risiko yang lebih luas, dan menjaga stabilitas operasional organisasi.
Investigasi Insiden
Investigasi insiden bertujuan memahami penyebab, ruang lingkup, serta faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya insiden keamanan informasi.
Pemulihan Insiden
Pemulihan insiden membantu organisasi mengembalikan proses, layanan, atau sistem yang terdampak agar dapat beroperasi kembali secara efektif.
Pembelajaran dari Insiden
Evaluasi pasca-insiden memberikan peluang bagi organisasi untuk memperkuat pengendalian dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Business Continuity dan Disaster Recovery
Business Continuity dan Disaster Recovery membantu organisasi menjaga keberlangsungan operasional serta meminimalkan dampak gangguan yang dapat memengaruhi ketersediaan informasi, layanan, dan proses bisnis penting.
Perencanaan Kelangsungan Bisnis
Perencanaan kelangsungan bisnis dilakukan untuk memastikan aktivitas penting organisasi tetap dapat berjalan ketika terjadi gangguan yang berpotensi memengaruhi operasional.
Strategi Pemulihan
Strategi pemulihan dirancang untuk membantu organisasi mengembalikan fungsi, layanan, dan informasi yang terdampak agar dapat kembali beroperasi secara efektif.
Backup dan Restore
Proses backup dan restore membantu menjaga ketersediaan data melalui penyimpanan salinan informasi serta mekanisme pemulihan yang dapat digunakan saat diperlukan.
Pengujian Pemulihan
Pengujian pemulihan dilakukan secara berkala untuk memastikan prosedur dan kemampuan pemulihan dapat berjalan sesuai rencana ketika terjadi gangguan.
Ketahanan Operasional
Ketahanan operasional membantu organisasi mempertahankan stabilitas layanan dan proses bisnis dalam menghadapi berbagai risiko, insiden, maupun perubahan kondisi operasional.
Audit ISO 27001
Audit ISO 27001 merupakan proses evaluasi yang dilakukan untuk menilai kesesuaian, efektivitas, dan penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS) terhadap persyaratan standar. Audit membantu organisasi memastikan bahwa pengendalian keamanan informasi telah diterapkan secara konsisten dan mendukung tujuan keamanan informasi yang ditetapkan.
Audit Internal
Audit internal dilakukan oleh organisasi sebagai bagian dari evaluasi berkala untuk memastikan Sistem Manajemen Keamanan Informasi berjalan sesuai kebijakan, prosedur, dan persyaratan ISO 27001 yang telah ditetapkan.
Audit Eksternal
Audit eksternal dilaksanakan oleh pihak independen untuk menilai kesesuaian penerapan ISMS terhadap persyaratan standar dan memberikan penilaian yang objektif terhadap efektivitas sistem yang diterapkan.
Audit Tahap 1
Audit tahap 1 berfokus pada peninjauan dokumentasi, ruang lingkup, dan kesiapan organisasi sebelum memasuki proses audit implementasi secara menyeluruh.
Audit Tahap 2
Audit tahap 2 dilakukan untuk mengevaluasi penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi di lingkungan operasional serta memverifikasi efektivitas pelaksanaan kebijakan dan pengendalian yang telah ditetapkan.
Audit Surveillance
Audit surveillance merupakan audit berkala yang dilakukan setelah sertifikasi diterbitkan untuk memastikan penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi tetap dipelihara dan berjalan secara efektif dari waktu ke waktu.
Tahapan Sertifikasi ISO 27001
Sertifikasi ISO/IEC 27001 dilakukan melalui serangkaian tahapan yang dirancang untuk menilai kesiapan, penerapan, dan efektivitas Sistem Manajemen Keamanan Informasi sebelum organisasi memperoleh sertifikat kesesuaian terhadap standar yang berlaku.
Gap Analysis
Tahap awal untuk mengidentifikasi kesenjangan antara sistem yang telah diterapkan organisasi dengan persyaratan ISO/IEC 27001.
Implementasi ISMS
Proses penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi yang mencakup kebijakan, prosedur, pengendalian, dan pengelolaan risiko sesuai kebutuhan organisasi.
Audit Internal
Evaluasi internal yang dilakukan untuk memastikan penerapan ISMS berjalan efektif dan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.
Management Review
Tinjauan oleh manajemen untuk menilai kinerja, efektivitas, dan kesesuaian Sistem Manajemen Keamanan Informasi terhadap tujuan organisasi.
Audit Sertifikasi
Sertifikat diterbitkan setelah organisasi dinyatakan memenuhi persyaratan standar dan berhasil melalui proses audit sertifikasi.
Dokumentasi Sistem Manajemen Keamanan Informasi
Penerapan ISO/IEC 27001 memerlukan dokumentasi yang memadai untuk mendukung pengelolaan keamanan informasi, pengendalian risiko, serta evaluasi efektivitas sistem yang diterapkan organisasi.
Kebijakan Keamanan Informasi
Dokumen yang menjelaskan komitmen organisasi dalam melindungi informasi dan mengelola keamanan informasi secara terstruktur.
Penilaian Risiko Keamanan Informasi
Dokumentasi yang digunakan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi risiko yang dapat memengaruhi keamanan informasi.
Rencana Perlakuan Risiko
Dokumen yang berisi tindakan dan pengendalian yang dipilih organisasi untuk menangani risiko yang telah diidentifikasi.
Statement of Applicability (SoA)
Dokumen yang menjelaskan kontrol keamanan informasi yang diterapkan serta alasan penerapannya sesuai kebutuhan organisasi.
Sasaran Keamanan Informasi
Dokumen yang menetapkan tujuan dan target keamanan informasi sebagai bagian dari pengelolaan dan peningkatan kinerja ISMS.
Informasi Terdokumentasi
Catatan dan dokumen pendukung yang digunakan untuk menunjukkan kesesuaian, pelaksanaan, dan efektivitas Sistem Manajemen Keamanan Informasi.
Manfaat Sertifikasi ISO 27001
Sertifikasi ISO/IEC 27001 memberikan nilai tambah bagi organisasi dalam mengelola keamanan informasi secara lebih terstruktur. Selain membantu melindungi aset informasi, sertifikasi ini juga mendukung peningkatan kepercayaan, kepatuhan, dan daya saing di tengah perkembangan lingkungan bisnis yang semakin digital.
Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan
Sertifikasi ISO 27001 menunjukkan komitmen organisasi dalam menjaga keamanan informasi sehingga dapat meningkatkan keyakinan pelanggan, mitra bisnis, dan pihak berkepentingan terhadap pengelolaan data yang dilakukan.
Memperkuat Tata Kelola
Penerapan ISO 27001 membantu organisasi membangun proses, tanggung jawab, dan pengendalian yang lebih jelas dalam pengelolaan keamanan informasi untuk mendukung tata kelola yang efektif.
Mengurangi Risiko Kebocoran Data
Pendekatan berbasis risiko dalam ISO 27001 membantu organisasi mengidentifikasi potensi ancaman serta menerapkan pengendalian yang sesuai untuk mengurangi kemungkinan terjadinya insiden keamanan informasi.
Meningkatkan Kepatuhan
ISO 27001 membantu organisasi memahami dan memenuhi berbagai persyaratan hukum, regulasi, maupun kewajiban kontraktual yang berkaitan dengan keamanan informasi dan perlindungan data.
Meningkatkan Daya Saing
Sertifikasi ISO 27001 dapat menjadi bukti penerapan praktik keamanan informasi yang baik, sehingga memberikan nilai tambah dan meningkatkan kepercayaan dalam berbagai peluang kerja sama maupun persaingan bisnis.
Layanan Sertifikasi ISO 27001 RMI Certification
Sebagai lembaga sertifikasi independen, RMI Certification menilai kesesuaian sistem keamanan informasi organisasi berdasarkan standar ISO 27001 yang diakui secara global.
1. Analisis Kesenjangan ISO 27001
- Audit awal kondisi keamanan informasi perusahaan
- Bandingkan dengan standar ISO 27001:2022
- Output: report gap + roadmap perbaikan
2. Pengembangan & Implementasi ISMS
- Penyusunan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS)
- Penentuan scope (aset, sistem, divisi)
- Implementasi kontrol Annex A ISO 27001
- Risk treatment plan
3. Penilaian Risiko Keamanan Informasi
Sertifikasi ISO 27001 dapat menjadi bukti penerapan praktik keamanan informasi yang baik, sehingga memberikan nilai tambah dan meningkatkan kepercayaan dalam berbagai peluang kerja sama maupun persaingan bisnis.
4. Dokumentasi & Pengaturan Kebijakan
- Information Security Policy
- SOP keamanan informasi
- Risk register
- Statement of Applicability (SoA)
- Incident response policy
5. Internal Audit ISO 27001
- Penyusunan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS)
- Penentuan scope (aset, sistem, divisi)
- Implementasi kontrol Annex A ISO 27001
- Risk treatment plan
6. Awareness & Training
- Training ISO 27001 awareness untuk karyawan
- Training role-based (IT, HR, management)
- Edukasi keamanan data & compliance
7. Dukungan Audit Sertifikasi
- Pendampingan audit Stage 1 & Stage 2
- Handling temuan auditor
- Klarifikasi evidence & dokumentasi
8. Surveillance Audit (Annual Review)
- Audit berkala (tahun 1 & 2 setelah sertifikasi)
- Monitoring kepatuhan ISO 27001
- Update kontrol keamanan
9. Sertifikasi Ulang (Siklus 3 Tahun)
- Audit ulang setelah siklus sertifikasi habis
- Evaluasi sistem secara menyeluruh
Konsultasi Terkait Sertifikasi ISO 27001 RMI Certification
Memahami persyaratan dan proses sertifikasi ISO 27001 merupakan langkah awal dalam membangun Sistem Manajemen Keamanan Informasi yang efektif. Jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penerapan, audit, atau sertifikasi ISO 27001, tim kami siap membantu memberikan penjelasan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi Anda.
Pertanyaan Umum Seputar ISO 27001
Apa itu ISO 27001?
ISO 27001 adalah standar internasional yang digunakan untuk mengatur dan menjaga sistem manajemen keamanan informasi (Information Security Management System/ISMS). Standar ini membantu perusahaan melindungi data penting dari risiko seperti kebocoran, peretasan, atau penyalahgunaan informasi.
Siapa yang membutuhkan ISO 27001?
ISO 27001 dibutuhkan oleh semua organisasi yang mengelola data penting, terutama:
- Perusahaan teknologi dan startup
- Bank dan lembaga keuangan
- Rumah sakit dan layanan kesehatan
- Perusahaan e-commerce
- Instansi pemerintah
- Perusahaan outsourcing IT atau data center
Intinya, siapa pun yang mengelola data pelanggan atau informasi sensitif sangat dianjurkan memiliki sertifikasi ini.
Berapa lama proses sertifikasi ISO 27001?
Durasi sertifikasi biasanya berkisar antara 3 hingga 12 bulan, tergantung pada:
- Kesiapan sistem keamanan perusahaan
- Ukuran organisasi
- Kompleksitas proses bisnis
- Tingkat risiko data yang dikelola
Perusahaan yang sudah memiliki sistem keamanan yang baik bisa lebih cepat menyelesaikan prosesnya.
Berapa biaya sertifikasi ISO 27001?
Biaya sertifikasi sangat bervariasi, umumnya mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Faktor yang mempengaruhi biaya antara lain:
- Jumlah karyawan
- Skala perusahaan
- Kompleksitas sistem IT
- Konsultan dan lembaga sertifikasi yang digunakan
Semakin besar perusahaan, biasanya biaya juga semakin tinggi.
Apa perbedaan ISO 27001 dan ISO 27002?
- ISO 27001 adalah standar utama yang berisi persyaratan untuk membangun sistem manajemen keamanan informasi.
- ISO 27002 adalah panduan yang berisi best practice atau langkah-langkah teknis untuk mengimplementasikan kontrol keamanan dari ISO 27001.
Sederhananya: ISO 27001 = “apa yang harus dilakukan”, ISO 27002 = “bagaimana cara melakukannya”.
Apakah sertifikasi ISO 27001 wajib?
Tidak wajib secara hukum, tetapi sangat dianjurkan, terutama bagi perusahaan yang:
- Menangani data pelanggan dalam jumlah besar
- Bekerja sama dengan klien internasional
- Ingin meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas bisnis
Banyak tender dan kerja sama bisnis bahkan menjadikan ISO 27001 sebagai syarat.
Berapa masa berlaku sertifikat ISO 27001?
Sertifikat ISO 27001 umumnya berlaku selama 3 tahun, dengan audit pengawasan (surveillance audit) setiap tahun untuk memastikan standar tetap diterapkan dengan baik.
Kontak Informasi RMI Certification
RMI Certification menyediakan informasi mengenai proses sertifikasi ISO 45001, ruang lingkup audit, dokumen yang umumnya ditinjau, dan ketentuan sertifikasi untuk organisasi di berbagai sektor.
Sertifikasi ISO 45001 - Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja - Dokumen K3 - Audit sertifikasi - Informasi proses
Kantor
RMI Certification - Informasi proses sertifikasi ISO 45001
Online dan onsite sesuai kebutuhan organisasi
Hubungi tim RMI Certification melalui tombol informasi yang tersedia.
marketing@ptrta.co.id


